Latar belakang skripsi menjadi salah satu bagian pertama yang dosen pembimbing baca saat meninjau proposal penelitian. Karena itu, bagian ini berperan penting dalam menjelaskan alasan mahasiswa memilih sebuah topik penelitian.
Namun, banyak mahasiswa menerima revisi berulang pada bagian latar belakang. Bahkan, sebagian mahasiswa menghabiskan waktu berminggu-minggu hanya untuk memperbaiki bagian ini.
Kondisi tersebut sering memperlambat proses penyusunan skripsi. Padahal, mahasiswa sebenarnya dapat menghindari sebagian besar revisi jika mereka memahami kesalahan yang sering muncul sejak awal.
Mengapa Latar Belakang Skripsi Sangat Penting?
Latar belakang membantu pembaca memahami masalah penelitian secara logis dan sistematis. Selain itu, bagian ini menjelaskan alasan mahasiswa memilih topik penelitian tertentu.
Ketika mahasiswa menyusun latar belakang dengan baik, dosen pembimbing dapat memahami arah penelitian dengan lebih cepat. Sebaliknya, latar belakang yang kurang jelas sering memunculkan pertanyaan tambahan saat bimbingan.
1. Terlalu Banyak Membahas Teori
Sebagian mahasiswa mengisi latar belakang dengan definisi dan teori yang sangat panjang. Mereka berharap penjelasan tersebut dapat memperkuat penelitian yang mereka susun.
Padahal, latar belakang seharusnya fokus pada masalah penelitian. Mahasiswa dapat menjelaskan teori secara lebih lengkap pada bagian tinjauan pustaka atau landasan teori.
2. Tidak Menjelaskan Masalah Secara Spesifik
Banyak mahasiswa menjelaskan masalah secara umum tanpa menunjukkan kondisi yang terjadi di lapangan. Akibatnya, pembaca sulit memahami alasan penelitian tersebut.
Karena itu, mahasiswa perlu menggunakan data, fakta, atau fenomena yang relevan agar pembahasan terlihat lebih jelas dan lebih meyakinkan.
3. Tidak Menunjukkan Research Gap
Research gap menjadi salah satu alasan utama yang mendorong mahasiswa melakukan penelitian. Namun, sebagian mahasiswa tidak menjelaskan bagian ini secara jelas.
Padahal, research gap menunjukkan bahwa masih ada masalah, peluang, atau pertanyaan yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
4. Alur Penulisan Tidak Terstruktur
Sebagian mahasiswa menulis latar belakang tanpa urutan pembahasan yang jelas. Mereka berpindah dari satu topik ke topik lain tanpa hubungan yang kuat.
Akibatnya, pembaca kesulitan mengikuti alur pemikiran yang mahasiswa bangun. Oleh karena itu, susun pembahasan dari topik yang umum menuju masalah yang lebih spesifik.
5. Tidak Menghubungkan Masalah dengan Tujuan Penelitian
Latar belakang yang kuat selalu mengarah pada tujuan penelitian. Namun, banyak mahasiswa hanya menjelaskan masalah tanpa menunjukkan hubungan yang jelas dengan tujuan penelitian.
Akibatnya, penelitian terlihat kurang fokus. Karena itu, mahasiswa perlu memastikan bahwa setiap pembahasan mendukung tujuan penelitian secara langsung.
Cara Menyusun Latar Belakang yang Lebih Kuat
Mulailah dengan menjelaskan fenomena yang muncul pada objek penelitian. Setelah itu, tampilkan data pendukung yang relevan untuk memperkuat pembahasan.
Selanjutnya, jelaskan dampak dari masalah tersebut. Kemudian, tunjukkan research gap yang masih ada dan hubungkan dengan tujuan penelitian yang ingin Anda capai.
Alur yang jelas membantu pembaca memahami penelitian dengan lebih cepat. Selain itu, alur yang terstruktur juga membantu dosen pembimbing menilai kualitas proposal secara lebih mudah.
Kesimpulan
Latar belakang skripsi sering menerima revisi karena mahasiswa terlalu fokus pada teori, kurang menjelaskan masalah secara spesifik, dan belum menunjukkan research gap secara jelas.
Ketika mahasiswa memahami kesalahan tersebut, mereka dapat menyusun latar belakang yang lebih terarah. Selain itu, proses bimbingan dapat berjalan lebih lancar dan lebih efisien.
Butuh bantuan menyusun latar belakang skripsi?
Skripsi Ganesha membantu mahasiswa menyusun latar belakang penelitian, mencari referensi ilmiah, menyusun proposal, mengolah data penelitian, serta mempersiapkan seminar proposal dan sidang skripsi secara profesional dan terstruktur.